LARI UNTUK SEHAT

Meski terbilang mudah dan dapat dilakukan semua kalangan, ternyata masih banyak orang yang belum paham betul mengenai dunia lari. Penasaran? Yuk, cek dan ricek kembali mitos dan fakta mengenai olahraga ini.

1. Fakta: “Lari beda dengan jogging”

Bagai pinang dibelah dua, banyak yang mengira jika dua olahraga ini serupa. Jika diperhatikan, berlari itu membutuhkan tingkat kebugaran keseluruhan yang lebih tinggi daripada jogging

Berlari mengharuskan Anda bergerak lebih cepat, menggunakan lebih banyak energi, dan menuntut jantung, paru, dan otot bekerja lebih keras daripada jogging.

2. Fakta: “Berlari termasuk bentuk latihan aerobik”

Olahraga aerobik adalah jenis latihan fisik yang merangsang laju pernapasan dan denyut jantung lebih cepat selama sesi olahraga. Saat laju pernapasan dan denyut jantung meningkat, Anda tentu memerlukan lebih banyak oksigen. Jika Anda bayangkan, efeknya sama ketika Anda sedang berlari, bukan?

Selain berlari, jenis latihan yang setipe lainnya adalah senam lantai, jalan cepat, berenang, bersepeda, dan latihan angkat beban.

3. Fakta: “Berlari lebih cepat dan lebih lama, membakar kalori lebih banyak”

Olahraga dapat membakar energi tubuh. Jika kalori dalam tubuh yang ingin dibakar lebih banyak, maka Anda harus meningkatkan intensitasnya. 

4. Mitos: “Harus minum minuman olahraga setelah atau selama latihan”

Minuman olah raga memang mengandung kalori dan elektrolit yang membantu dalam olahraga lari. Pasalnya, kandungan pada minuman akan mengganti cairan tubuh yang hilang sehingga mencegah tubuh Anda lelah dan lemas.

Energi yang Anda gunakan untuk berlari selama 30 menit tidak terbuang cukup banyak sehingga tidak perlu minum minuman olahraga yang punya kalori tinggi. 

5. Mitos: “Tak perlu pemanasan sebelum latihan”

Lari adalah suatu jenis olahraga dengan intensitas yang lumayan tinggi. Maka dari itu, Latihan Pemanasan yang tepat sangat dianjurkan. Namun, latihan pemanasan atau peregangan yang dianjurkan bukanlah peregangan statis, yaitu cara melemaskan otot dengan menahan gerakan selama beberapa detik. 

Latihan pemanasan yang lebih baik untuk berlari, setidaknya dilakukan selama 5 hingga 10 menit. Ini memberikan otot Anda waktu lebih lama untuk menyesuaikan latihan nantinya. Ini dikenal dengan latihan peregangan dinamis, yang terdiri dari gerakan lunges, leg swings, atau butt kicks.

6. Mitos: “Berlari setiap hari itu aman”

“Jadi, lakukan olahraga secara rutin”, Anda mungkin sering mendengar imbauan ini dari dokter atau iklan layanan kesehatan. Meskipun benar, namun banyak yang salah memahaminya. Dilakukan secara rutin, bukan diartikan sebagai dilakukan setiap hari, tapi dilakukan secara berkelanjutan atau terus-menerus.

Lantas, bolehkah setiap hari melakukan olahraga lari? Sebaiknya tidak, apalagi dilakukan oleh pemula. Perlu Anda ketahui bahwa saat berolahraga, beberapa otot di dalam tubuh mengalami kerusakan. Untuk kembali pulih, otot memerlukan waktu.

Tinggalkan Balasan

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai